Warga desa tlogoharjo, Giritontro, Wonogiri akan ajukan audit ke BPK RI , karena program PAMSIMAS tidak jelas
Wonogiri,16 Agustus 2025,sidikpolisinews.id||Lima tahun berlalu Mimpi progam pengentasan kekeringan Desa Tlogoharjo,kecamatan Giritontro musnah.
Program bebas kekeringan yang 5 tahun lali dilakukan dengan pembuatan sumur bor di beberapa titik lokasi tidak pernah terealisasi dengan baik.
Pengelolaan sumur bor yang awalnya akan di kelola Badan Usaha milik desa Atau BUMDES justru saat ini sumur bor di kelola sendiri dan di jual belikan mengunakan tangki dengan harga per tangki Rp 130.000,- .
Pengeboran yang dilakukan oleh PAMSIMAS justru menjadi ladang komersial kepala desa setempat, penyaluran air bersih yang awalnya mengunakan pipa tersambung ke setiap rumah hanya berjalan beberapa bulan .
Harapan kami warga masyarakat Tlogoharjo agar pihak terkait mengecek bagaimana kelanjutan program Sumur bor PAMSIMAS agar di gunakan untuk kebutuhan warga bukan menjadi ladang komersial.


Selain masalah air ada beberapa indikator penyalahgunaan kekuasaan di Desa Tlogoharjo.
Salah satu contoh, bahwa pada masa pemerintahan pak kades lama, titik sumber air ada didekat SD tlogoharjo, setelah dimasa pemerintahan yang baru ini sumber air dipindah di wilayah pekarangan pribadi kades yg baru.
Menurut warga yg tidak mau di sebutkan identitasnya mengatakan hampir semua pegawai kantor desa adalah kerabat dan anak kepala desa itu sendiri.
Sekali lagi Harapan kami sesuai fungsi kontrol dan warga masyarakat kepada pihak terkait segera mengecek ke Desa Tlogoharjo yg dipimpin oleh kepala desa Miyanto supaya melanjutkan visi misinya yg belum terlaksana,serta membenahi pipanisasi kewarga yang dulu sudah memasang kWh meter air supaya bisa digunakan sebagai alat mama mestinya.
Menurut keterangan dari salah seorang tokoh masyarakat tlogoharjo, apabila masalah air bersih ini tidak segera diselesaikan maka warga berniat mengajukan audit ke BPK RI.
(Sariman media-sidikpolisi.news)















