Sebagai Seorang Prajurit Selalu Hadir di Setiap Permasalahan di Masyarakat
HAL – SEL,Sidik Polisi News||Kehadiran seorang prajurit tidak hanya dibutuhkan di medan perang atau dalam latihan militer, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat, sebagai pengayom dan penjaga kedamaian. Hal inilah yang terus ditunjukkan oleh Babinsa/Danpos Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Serka Michael Cecene — seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang berdinas di Koramil 1509-01 Bacan.
Pantauan media ini, pada tanggal 29 Juli 2025 berlokasi di kantor desa Serka Michael kembali menunjukkan dedikasi dan tanggung jawabnya sebagai aparat teritorial yang dekat dengan masyarakat. Dalam setiap persoalan yang terjadi di wilayah hukum tugasnya, sosok yang dikenal dengan sapaan akrab “Michael” ini selalu tampil di garis depan. Bagi masyarakat Desa Panambuang, kehadiran Serka Michael sudah seperti bagian dari keluarga sendiri — bukan hanya karena statusnya sebagai Babinsa, tetapi karena ketulusan dan kepekaannya terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Sebagai seorang Danpos, Serka Michael tidak hanya menjalankan tugas-tugas formal dari komando atas. Ia menjadikan desa binaannya sebagai ladang pengabdian yang penuh makna. Ketika terjadi permasalahan, baik itu konflik antarwarga, persoalan sosial, atau bahkan kasus-kasus yang mengarah ke tindakan kriminal, ia tidak memilih untuk berdiam diri atau bersikap netral secara pasif. Justru sebaliknya, Michael dengan tangan dinginnya turun langsung menyatukan para pihak yang bertikai dan mencari solusi terbaik tanpa memihak salah satu sisi.
Salah satu hal yang membuatnya dihormati adalah pendekatannya yang humanis. Setiap persoalan diselesaikan melalui jalur musyawarah, di mana semua pihak diberikan ruang yang sama untuk menyampaikan pendapat dan uneg-unegnya. Ia memahami bahwa di desa-desa seperti Panambuang, pendekatan budaya dan kekeluargaan jauh lebih efektif daripada pendekatan hukum semata. Dengan begitu, penyelesaian konflik tidak hanya selesai di permukaan, tetapi menyentuh akar persoalan dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.
Michael juga aktif bersinergi dengan pemerintah desa. Kepala desa dan aparatur setempat mengakui bahwa keberadaan Babinsa sangat membantu menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. Dalam setiap forum rapat desa, program pembangunan, bahkan kegiatan adat dan keagamaan, sosok Danpos ini selalu hadir. Ia tidak sekadar menjadi pengamat, melainkan bagian dari proses yang membentuk masa depan desa.
Kehadiran Babinsa seperti Michael adalah bentuk nyata dari semboyan “Bersama Rakyat TNI Kuat”. Ia bukan hanya pelindung, tapi juga pembina dan panutan. Masyarakat merasa aman dan terlindungi, bukan karena adanya senjata, tapi karena adanya keteladanan dan komitmen dari seorang prajurit yang benar-benar memahami arti pengabdian.
Apa yang dilakukan Serka Michael Cecene mencerminkan semangat TNI dalam membangun kemanunggalan dengan rakyat. Di tengah keterbatasan fasilitas dan tantangan geografis Maluku Utara, semangat untuk hadir, membantu, dan menyelesaikan masalah secara arif menjadi nilai lebih yang tidak ternilai harganya.
Semoga semangat pengabdian seperti ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi para Babinsa di seluruh Indonesia. Karena sejatinya, kehadiran prajurit di tengah masyarakat bukan hanya soal menjaga keamanan, tapi juga menjaga harapan, kedamaian, dan masa depan bangsa.
( LM.Tahapary )















