Berita  

Tidak Ada Tempat Sampah di Waterfront Sintang, Nampak Tidak Indah

Sintang, Kalbar, Sidikpolisinews.id – Fasilitas publik Waterfront kota Sintang yang berada di bantaran Sungai Durian, telah menjadi ikon rekreasi dan olahraga bagi masyarakat. Dengan latar belakang Bukit Kelam yang megah, kawasan strategis ini menawarkan suasana yang indah dan menjadi daya tarik bagi banyak pengunjung sejak diresmikan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, pada tahun 2023.

Namun, keindahan dan kenyamanan Waterfront Sintang kini tercoreng oleh persoalan kebersihan. Ketiadaan fasilitas tempat sampah menyebabkan sampah berserakan di berbagai sudut, seperti di jalan, pot bunga, selokan, hingga pinggir sungai. Lebih parahnya, ada pengunjung yang membuang sampah langsung ke sungai, mencemari lingkungan dan mengancam ekosistem di kawasan tersebut.

Kesadaran Kebersihan yang Masih Rendah

Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan di Waterfront Sintang masih rendah.

Salah seorang pengunjung, Indra, menyampaikan keprihatinannya saat ditemui awak Sidikpolisinews.id pada hari Kamis, 16 Januari 2025.

“Dulu disini ada tempat sampah, jadi tempat ini terlihat bersih dan rapi. Sekarang sampah ada di mana-mana, bikin tempat ini jadi kurang indah,” katanya.

Hal senada diungkapkan seorang tukang parkir yang merasa kewalahan menghadapi kondisi ini.

“Tempat sampah tidak ada, jadi pengunjung buang sampah sembarangan,” ujarnya sambil menunjuk area yang penuh sampah.

Harapan untuk Perubahan

Relawan Bersih Kotaku “Clean the City”, Muhtar Hadi, turut menyuarakan pentingnya penyediaan fasilitas tempat sampah di Waterfront Sintang.

“Tempat sampah yang dipasang pada awal peresmian sudah lama rusak, dan belum dipasang lagi sampai sekarang. Harusnya segera diantisipasi. Jika tidak, maka sampah dibuang sembarangan, dan tempat ini terlihat tidak bersih dan tidak rapi. Edukasi pun sulit berjalan jika fasilitas itu tidak tersedia,” tegas Muhtar.

Ia menekankan bahwa penyediaan tempat sampah adalah langkah dasar untuk mendukung kebersihan. Tanpa fasilitas ini, upaya kampanye kesadaran kebersihan kepada masyarakat menjadi sulit terlaksana.

Langkah proaktif dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ini. Dengan sinergi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat, Waterfront Sintang diharapkan dapat kembali menjadi kawasan yang bersih, indah, dan nyaman.

Penyediaan tempat sampah merupakan langkah awal yang penting untuk mengembalikan daya tarik kawasan ini sebagai ikon wisata sekaligus kebanggaan masyarakat Sintang.

Red/STN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *