Obi, Maluku Utara — (Minggu 15 Juni 2025) Konsorsium Daerah Otonomi Baru (DOB) OBI Bangkit menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berjuang dalam proses pemekaran wilayah melalui wadah dan jalur yang legal. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi terbatas yang digelar akhir pekan lalu, di mana konsorsium menegaskan kembali komitmennya untuk memperjuangkan pemekaran wilayah secara konstitusional dan tertib hukum.
Ketua Konsorsium DOB OBI Yusran Dais. menyatakan bahwa perjuangan menuju terbentuknya Daerah Otonomi Baru tidak dapat dilepaskan dari kontribusi banyak pihak yang selama ini konsisten bergerak di jalur resmi. “Kami sangat menghargai semangat semua elemen, mulai dari tokoh adat, pemuda, tokoh agama, akademisi, hingga komunitas masyarakat Obi di perantauan. Mereka terus menyuarakan aspirasi dengan tetap memegang prinsip-prinsip legalitas,” ujarnya.
Yusran juga menambahkan bahwa perjuangan melalui jalur yang sah merupakan pondasi penting dalam menjaga legitimasi gerakan di mata pemerintah pusat. “Kita tidak boleh keluar dari koridor hukum. Justru di situlah letak kekuatan moral dan politik kita. Pemerintah pusat akan lebih mudah menerima aspirasi yang dibangun secara terstruktur, rapi, dan legal,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Konsorsium juga menyampaikan bahwa perjuangan DOB OBI bukan semata-mata kepentingan administratif, melainkan upaya strategis untuk pemerataan pembangunan, percepatan pelayanan publik, serta penguatan identitas dan kearifan lokal masyarakat Obi.
“Selama ini wilayah Obi menyumbang kontribusi besar, khususnya di sektor tambang dan sumber daya alam. Namun dari sisi pelayanan dan pembangunan, kita masih jauh tertinggal. DOB adalah jawaban strategis atas ketimpangan itu,” ungkap Muhammad fakri, Sekretaris Konsorsium DOB OBI.
Konsorsium juga menekankan pentingnya konsolidasi lintas sektor agar perjuangan ini tetap solid. Dalam waktu dekat, akan digelar forum terbuka yang mengundang berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dan generasi muda, untuk menyatukan langkah dalam satu garis perjuangan yang sah.
“Kami akan terus membuka ruang dialog, menghindari konflik kepentingan, dan menjaga agar semangat ini tidak ditunggangi oleh kepentingan pragmatis,” ujar Darwan aduhasan, ketua Juru bicara konsorsium DOB OBI.
Sejumlah tokoh masyarakat turut menyampaikan dukungan atas langkah konsorsium ini. Mereka menilai bahwa perjuangan DOB OBI harus dijaga dari infiltrasi gerakan yang bersifat sepihak atau tidak sesuai prosedur. “Kalau kita ingin dihargai oleh Jakarta, kita harus tunjukkan bahwa kita matang, tertib, dan siap secara kelembagaan,” kata Budiman safimala, perwakilan sesepuh masyarakat dari Obi.
Sementara itu, masyarakat Obi di berbagai wilayah, termasuk di bacan, Ternate dan Jakarta, terus menggelar diskusi, penggalangan dukungan, dan pelibatan aktif melalui forum-forum daring. Mereka menyambut baik langkah konsorsium yang menekankan pentingnya perjuangan berbasis legitimasi hukum.
Dengan semangat kolektif dan terorganisir, Konsorsium DOB OBI Bangkit yakin bahwa cita-cita untuk menghadirkan daerah otonomi baru yang mandiri, maju, dan berdaya saing akan segera menjadi kenyataan.
—
Kabiro Halmahera Selatan
Muhammad Fakri















