Membangun Masa Depan Obi Melalui Inovasi Pertanian Alami
Gubuk Petani, Pulau Obi|Dalam semangat membangun pertanian yang berkelanjutan dan berdaulat di Pulau Obi, dua pendamping petani, Albert Kumbara dan Rangga, memfasilitasi diskusi terbuka bersama para ketua kelompok tani dari Desa Baru dan Desa Buton. Kegiatan ini berlangsung di Gubuk Petani pada Senin, 2 Juni 2025.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pemimpin kelompok tani, antara lain Riman dan Mahfud, yang berbagi pengalaman dan tantangan dalam mengelola pertanian di tingkat desa. Diskusi berlangsung hangat dan terbuka, difasilitasi oleh Pak Risno Koyo, perwakilan Community Relation (Comrel) dari Harita Nickel, yang bertindak sebagai moderator.
Topik utama yang dibahas meliputi pengembangan pertanian alami berbasis mikroorganisme lokal, seperti penggunaan pupuk hayati Trichoderma, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan langsung di lapangan, dan perlunya membangun pusat pelatihan pertanian alami sebagai tempat belajar bersama.
“Kalau kita ingin tanah tetap subur, kita perlu berpikir jangka panjang. Inovasi itu bukan soal teknologi mahal, tapi bagaimana kita memanfaatkan potensi lokal,” ujar Albert Kumbara saat memaparkan pentingnya pertanian organik.
Riman dan Mahfud juga menyampaikan perlunya penguatan organisasi kelompok tani serta akses yang lebih mudah terhadap bahan-bahan pertanian alami. Harapan muncul agar petani Obi tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga pelopor dalam membangun sistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.
Diskusi ini diakhiri dengan semangat kolaborasi antara petani, pendamping, dan pihak perusahaan, dengan komitmen untuk terus mendorong inovasi berbasis kearifan lokal yang dapat memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Obi.
Wakabiro halsel
Darwan aduhasan


















