Rustam Ode Nuru Gelar Reses Kedua di Obi, Serap Aspirasi Warga dan Dorong Pembentukan Pansus Pemekaran
HALMAHERA SELATAN – Anggota DPRD Halmahera Selatan dari Fraksi Partai Golkar, Rustam Ode Nuru, menggelar reses kedua tahun 2025 di Kecamatan Obi. Kegiatan ini dilangsungkan pada Kamis, 30 Mei 2025, bertempat di Warkop Serbaguna, sebuah ruang diskusi terbuka yang selama ini menjadi tempat bertemunya masyarakat Obi dari berbagai kalangan.
Dialog publik ini dihadiri oleh lebih dari 30 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perangkat desa, serta warga dari berbagai desa di Kecamatan Obi. Kehadiran tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap agenda reses sebagai ruang menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat.
Dalam suasana diskusi yang dinamis, berbagai isu lokal mengemuka. Masyarakat menyampaikan keluhan seputar infrastruktur jalan antar desa yang rusak, keterbatasan air bersih, rendahnya kualitas layanan kesehatan, hingga fasilitas pendidikan yang belum merata.
Namun, satu isu utama yang mendominasi perbincangan adalah tuntutan agar Pulau Obi segera dimekarkan menjadi daerah otonomi baru. Desakan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pemekaran Pulau Obi menjadi sorotan utama dalam forum tersebut.
Menanggapi aspirasi itu, Rustam Ode Nuru menyatakan kesiapan politiknya untuk memperjuangkan pemekaran secara kelembagaan di DPRD Halmahera Selatan.
“Saya tidak hanya hadir untuk mendengar, tapi juga untuk bertindak. Aspirasi pemekaran ini sudah lama digaungkan, dan sekarang saatnya ditindaklanjuti. Saya siap mendorong pembentukan Pansus Pemekaran Pulau Obi di DPRD agar perjuangan ini punya arah dan dasar hukum yang jelas,” ujar Rustam.
Komitmen tersebut disambut positif oleh para tokoh masyarakat dan tokoh muda yang hadir. Salah satu tokoh muda Pulau Obi, Muhammad Fakri, secara tegas menyampaikan harapan besar kepada enam anggota DPRD Halmahera Selatan yang berasal dari Dapil Obi agar bersikap kolektif dan solid dalam menyikapi isu pemekaran.
“Torang butuh komitmen enam orang DPRD Halmahera Selatan dari Dapil Obi untuk bisa ambil sikap tegas terhadap rencana pembentukan pansus. Ini soal masa depan Obi. Jangan hanya satu orang yang bergerak, tapi harus semua bersatu demi kepentingan rakyat,” tegas Fakri.
Menurut Fakri, pemekaran Pulau Obi bukan sekadar ambisi politik, tetapi merupakan tuntutan yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat terhadap pemerataan pembangunan, pelayanan publik yang lebih dekat, dan ruang partisipasi yang adil.
Dialog reses yang berlangsung hingga malam hari itu menciptakan ruang konsolidasi antara rakyat dan wakilnya. Rustam menutup kegiatan dengan menyerukan pentingnya dukungan dan pengawalan dari masyarakat terhadap perjuangan ini.
“Saya akan bawa suara ini ke lembaga DPRD, tapi perjuangan ini tidak bisa sendiri. Kita butuh tekanan dari bawah, dari masyarakat. Kalau kita bersatu, Obi bisa menjadi daerah yang berdiri sendiri dan lebih maju,” tutup Rustam disambut optimisme para peserta.
Kabiro Halmahera Selatan
Muhammad fakri


















