sidikpolisinews.id
Sebanyak 55 tetapi penambahan lagi 4 menjadi 59 warga di Distrik Nipsan, 48 orang meninggal dan distrik talampo 11 orang jumlah semua yang telah meninggal dunia sebanyak 59 orang Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, dilaporkan meninggal dunia akibat wabah penyakit yang belum teridentifikasi. Informasi ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.
Informasi yang perlu diselidiki lebih lanjut:
Jenis wabah: Identifikasi jenis penyakit yang menyebabkan wabah ini sangat krusial untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Apakah ini penyakit menular, kekurangan gizi, atau faktor lainnya.
Penyebab wabah: Mencari tahu penyebab utama wabah akan membantu mencegah kejadian serupa di masa depan. Apakah ada faktor lingkungan, sanitasi buruk, atau akses kesehatan yang terbatas.
– Akses kesehatan: Ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Distrik Nipsan perlu dievaluasi. Apakah akses pelayanan kesehatan memadai untuk menangani situasi darurat seperti ini..
Bantuan kemanusiaan: Bantuan medis, logistik, dan dukungan lainnya sangat dibutuhkan untuk membantu para korban dan mencegah meluasnya wabah. Pemerintah dan organisasi kemanusiaan perlu segera bertindak.
Di masyarakat yang mengundang guna, akhirnya.
Jumat tanggal 30 Mei 2025 jumpa pers dua mandiri bersama satu hamba Tuhan dan dr. Yulce Asso S.ked menyapaikan bahwa kami dapat diutus dari Dinas Kesehatan bersama dengan Bupati Kabupaten Yaukimo.
Hari Sabtu, tanggal 24, kami langsung diberangkatkan bersama tim dari kab yahukimo ke Distrik Nipsan, dilengkapi dengan bahan makanan dan obat-obatan.
Setelah kami sampai di sana , kami melakukan pelayanan mulai dari tanggal 24 hari Sabtu.
Lakukan pelayanan hari Senin dan hari Selasa.
Kami buka puskesmas di atas dan di sana memang kami temukan banyak sekali pasien.
Pasien-pasien yang kami temukan banyak orang-orang tua yang datang dari beberapa tempat.
Di sana kasus paling banyak kami temukan itu sesak nafas.
Nah sesak nafas ini secara medis kami sebut itu pneumonia.
Jadi infeksi paru-paru ada yang kemarin kami temukan itu ringan sampai sedang.
Kemudian ada juga mencret, ada juga nyeri mialgia atau seluruh badan ini sakit.
Nah itu yang kami temukan di atas selama 4 hari kami di atas.
Kemudian secara medis kami mencurigai bahwa penyebab kematian ini disebabkan karena infeksi saluran pernafasan atas atau ISPA.
Ini berupa batuk beringus ini.
Nah akibat dari ini karena tidak ditangani secara cepat.
Mungkin dalam beberapa waktu lalu karena kekurangan obat atau fasilitas medis, tenaga medis maupun obat-obatan.
Sehingga dia berkembang cepat sampai ke infeksi di seluruh paru-paru.
Akhirnya pasien-pasien ini atau kita punya masyarakat ini meninggal karena itu.
Kemudian setelah saya naik kemarin kami memang masih temukan pasien sesak masih sangat banyak.
Dan karena lokasi puskesmas ini kami turun satu titik di atas itu memang banyak daerah atau sekitar 13 gereja dan 8 kampung .
Ini memang lokasinya sangat jauh jadi yang bisa datang saja yang pasien yang bisa masih kuat datang yang kami layani.
Mereka datang dan sebagian yang sakit berat di rumah ada sekitar berapa pasien kami titip obat untuk ke sana.
Kemudian kami juga latih beban.
Beberapa kader untuk pemasangan infus.
Jadi pasien-pasien yang berat mereka bisa lakukan infus di rumah mereka masing-masing..
Kemudian yang berikut respon ya.
Untuk respon dari masyarakat di atas atau masyarakat atau pasien di atas,
mereka sangat senang dan mereka sangat ucapkan banyak terima kasih sekali
karena kedatangan kami tim medis dan juga utusan dari dinas mereka ucapkan banyak terima kasih kepada Bupati.
Kemudian kepala dinas terkait untuk tindakan yang sudah diambil
sehingga kami dokter maupun mantri kami sudah ada di atas selama empat hari
dan sementara masih ada satu mantri, Pak Habel Yando,
dia dari dinas, utusan dari dinas, beliau akan stand by di atas sekitar.
Dua atau tiga minggu, dan mereka minta juga untuk dari masyarakat, minta dari tokoh gereja,
pemuda minta untuk ada berapa kader yang masih ada di Yahukimose, sekitar enam.
Itu tolong dinas dan pemerintah segera prioritaskan mereka untuk honor dan mereka bisa segera pulang cepat.
Karena berapa tempat, titik-titik gereja atau pos yang ada, pustu itu,
tidak bisa saya dokter yang jalan ke sana, tidak bisa atau mantri yang jalan.
Dan itu tugas kader di pustu masing-masing.
Jadi mereka harus di atas supaya kasus ini bisa segera turun.
Kemudian mungkin yang berikut juga di sini kami lihat kasus di atas untuk masalah penyakit ini bukan hanya secara medis,
tapi dia banyak faktor, lingkungan juga sangat berpengaruh.
Karena saya lihat di atas banyak masyarakat yang mengelut tidak ada sabun, tidak ada apa namanya,
ya sabun mandi dan lain-lain, akhirnya memang gaya hidup mereka banyak masyarakat yang tidak mandi
satu minggu bahkan satu bulan, akhirnya penularan virus ini sangat cepat sekali di atas.
Ya infeksi saluran pernafasan dan mencret ini sehingga banyak kematian di atas.
Kemudian yang berikut terakhir, setelah kami di atas memang menurut keterangan dari petugas kader,
setelah obat sekitar tiga kali turun atau lima kali.
Tiga kali turun memang sudah ada penurunan kasus, dari sebelumnya sebelum ada petugas yang turun.
Seperti begitu,
Satu lagi, mungkin dokter telah melihat langsung keadaan di sana.
kemarin memang pengamatan yang saya lihat dan saya langsung tanya kepada masyarakat,
masyarakat yang ada di situ, mereka katakan bahwa memang sudah banyak kasus kematiannya memang sudah ada.
Cuma untuk laporan secara real memang saya belum dapat nama pasien, kemudian yang ini memang belum ada.
Tapi memang kasus meninggal itu memang benar ada 59 orang …..
Jumat tanggal 30 Mei 2025
Kepala dinas kesehatan Aser Sobolim S.km “Kepala Dinas Kesehatan telah menerima secara resmi data mengenai musibah wabah di Distrik Nipsan Kami akan kelola sebaik mungkin hari ini dan secara resmi kami akan melaporkan kepada atasan kami dan akan diteruskan melalui prosedur dan satu jalur ke tingkat atas.
Yafretus Ilintamon















