Berita  

Memperingati Hari Buruh sedunia, APP Sultra Serukan Perlindungan dan Peningkatan Kesejahteraan Pekerja Pertukangan

 

Kendari- sidikpolisinews
Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, Asosiasi Pekerja Pertukangan (APP) Sulawesi Tenggara menyampaikan seruan solidaritas dan pernyataan sikap atas berbagai tantangan yang dihadapi para pekerja pertukangan di wilayah ini.

Ketua Umum APP Sultra, Soni Maarisit, menyampaikan bahwa pekerja pertukangan merupakan bagian penting dari pembangunan infrastruktur dan ekonomi lokal, namun seringkali masih menghadapi masalah kesejahteraan, keamanan kerja, dan minimnya dukungan pelatihan profesional.

“Hari Buruh ini adalah momentum untuk mempertegas suara pekerja. Kita tidak hanya menuntut upah layak dan perlindungan kerja, tetapi juga akses yang adil terhadap pelatihan, teknologi, dan pengakuan profesi pertukangan sebagai pekerjaan bermartabat,” ujar Soni.

Dalam pernyataannya, APP Sultra menggarisbawahi empat tuntutan utama:

1. Peningkatan perlindungan hukum dan keselamatan kerja bagi pekerja pertukangan.

2. Akses pelatihan keterampilan dan program sertifikasi nasional.

3. Keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam pembinaan sektor pertukangan.

4. Penguatan solidaritas antarpekerja untuk membangun kekuatan kolektif.

APP Sultra juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pengusaha, dan pemerintah untuk melihat sektor pertukangan bukan sekadar tenaga kasar, melainkan aset keterampilan yang perlu dibina dan dihargai.

“Pekerja pertukangan adalah pahlawan di balik setiap bangunan yang berdiri tegak. Sudah saatnya suara mereka didengar dan hak-haknya ditegakkan,” tegas Soni.

Sementara itu Ketua Badan Pengawas APP Sultra, Gusman M ketika di mintai komentarnya. Beliau menerima sejumlah laporan dan keluhan dari para anggota terkait praktik masuknya tukang dari luar daerah yang menawarkan jasa pertukangan dengan harga jauh di bawah standar tarif lokal.

“Kami menghormati prinsip kebebasan usaha dan mobilitas tenaga kerja, namun kami juga berkewajiban menjaga kelangsungan hidup para pekerja lokal serta standar mutu layanan di bidang pertukangan. Penawaran harga yang terlalu rendah tanpa memperhatikan kualitas dan kelayakan kerja dapat memicu persaingan tidak sehat serta menurunkan nilai profesi pertukangan itu sendiri,” ujar Ketua Badan Pengawas Gusman M.

APP Sultra juga berharap pemerintah daerah dan seluruh stakeholder mendukung penguatan posisi tukang lokal agar tetap dapat bersaing secara sehat, bermartabat, dan produktif di tengah dinamika pasar jasa pertukangan yang semakin terbuka.

(Soni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *