Berita  

Alat Bukti Illegal Logging di Pantai Rebo Hilang, Ketua LMP Bangka: “Kami Akan Kawal Sampai Tuntas”

#daerah

Bangka- sidikpolisinews.id – Perkembangan mengejutkan terjadi dalam kasus kejahatan *Illegal Logging* di kawasan Pantai Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka. Ratusan batang kayu jenis perupuk yang sebelumnya diamankan sebagai alat bukti dilaporkan telah *hilang* dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Padahal, keberadaan alat bukti sangat vital dalam proses penyelidikan hingga ke meja hijau.

 

Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Bangka, Ari Sofyan, mengungkapkan kekhawatirannya usai menerima laporan dari para nelayan setempat yang mengirimkan foto-foto kondisi terkini di TKP. Dalam foto tersebut, batang-batang kayu yang sebelumnya tampak menumpuk di lokasi, kini sudah tidak ditemukan lagi.

 

“Betul, saya mendapatkan aduan dari kawan-kawan nelayan berupa foto keadaan di TKP. Alat bukti itu sudah hilang. Kalau hilang berarti bukan rusak, karena kalau rusak pasti ada bekasnya. Ini yang sedang kita pertanyakan,” ujar Ari, Kamis (17/04/2025).

 

Ari menyatakan, kehilangan ini menimbulkan tanda tanya besar tentang sistem pengamanan dan pengelolaan alat bukti kejahatan oleh aparat penegak hukum. Ia pun mempertanyakan apakah hilangnya barang bukti tersebut merupakan bagian dari prosedur atau ada indikasi kelalaian.

 

“Saya kebingungan, kok bisa alat bukti itu tidak ada lagi? Apa ini prosedur penanganan kasus oleh kepolisian, atau jangan-jangan kayunya dimakan rayap?” ucapnya dengan nada satir.

 

Sebelumnya, Ari juga sempat mempertanyakan hilangnya garis polisi (Police Line) di lokasi kejadian. Ia telah mengirimkan pesan kepada sejumlah pejabat penting, termasuk Gubernur Babel, Kepala Dinas DLHK Babel/Pj Sekda Bambang Trisula, Rewi Sukandri, hingga Dirkrimsus Polda Babel, Kombes Jojo. Namun, hingga kini belum ada jawaban resmi.

 

“Saya sudah kontak lewat WhatsApp ke mereka semua. Awalnya saya tanyakan soal hilangnya Police Line. Sekarang malah ditambah alat buktinya ikut hilang. Jelas makin membingungkan,” jelasnya.

 

Meski sempat dihubungi balik oleh Dirkrimsus, Ari mengatakan belum ada konfirmasi lanjutan yang menjawab pertanyaannya secara jelas.

 

Ari menegaskan bahwa LMP Bangka akan mengambil langkah serius dan terus mengawal kasus ini sampai tuntas, termasuk hingga proses persidangan. Meski menyampaikan keluh kesah dengan nada bercanda, ia menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan penegakan hukum.

 

“Saya takut kalau cerita ini sampai ke telinga Presiden dan Kapolri, nanti kita malah ditertawakan. Tapi kami tetap kalem, pergerakan tetap jalan,” ujarnya.

 

Terakhir, ia mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan yang telah aktif memberikan informasi, untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas TKP dan mendukung proses penyelidikan secara utuh.

 

“Saya pastikan, saya dan rekan-rekan LMP akan kawal kasus ini sampai ke pengadilan. Kita semua ingin keadilan ditegakkan,” pungkas Ari Sofyan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *