
Sidikpolisinews.id Tawa, Bacan Timur Tengah – Warga Desa Tawa, Kecamatan Bacan Timur Tengah, merasa ditipu oleh pihak perusahaan PT. Intim Kara. Perusahaan tersebut diduga melanggar salah satu poin penting dalam kesepakatan bersama dengan masyarakat, yakni memprioritaskan warga desa setempat dalam perekrutan karyawan.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Banyak warga mengeluhkan bahwa perusahaan tidak mengindahkan janji tersebut dan justru merekrut tenaga kerja dari luar desa. Hal ini memicu kemarahan masyarakat yang merasa hak mereka diabaikan.
“Kami sudah sepakat dalam musyawarah bahwa perusahaan harus mengutamakan anak-anak desa untuk bekerja. Tapi nyatanya, mereka malah mengambil orang luar. Ini jelas tidak adil,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kekecewaan warga pun semakin memuncak, hingga muncul rencana untuk melakukan tindakan lebih serius jika perusahaan tidak segera memenuhi janjinya. Masyarakat mengancam akan menggelar aksi protes sebagai bentuk kekecewaan atas perlakuan PT. Intim Kara.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. Intim Kara belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pelanggaran ini. Warga berharap perusahaan segera merespons dan memenuhi komitmennya agar konflik tidak semakin memanas.














