Sambut kedatangan RI 1 beserta rombongan Mahasiswa Babel alami represifitas
BABEL – Sidikpolisinews.id
Banyaknya Indonesia memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, harapan masyarakat dihantui dengan bayang-bayang skeptisme publik. Watak yang dipertontonkan masih dengan watak yang culas samanya dengan rezim sebelumnya, sampai dengan saat ini Indonesia masih memiliki segudang masalah.
Selasa 7 oktober 2025
Bangka Belitung yang dalam hal ini menjadi lokasi kunjungan orang No 1 diindonesia, dengan agenda penyerahan aset barang rampasan negara. Mahasiswa yang terdiri dari perwakilan BEM ubb, HMI Babel Raya, GMNI Babel, dan Sempro ikut serta menyambut kedatangan presiden dengan mengupayakan aksi campaign disepanjang rute perjalanan presiden RI yang mendorong tagline “KARTU MERAH KABINET MERAH PUTIH ; KARPET MERAH REZIM ANTI DEMOKRASI, DARI BABEL TITIP PESAN USIR OLIGARKI ATAU REVOLUSI”
Persoalan yang begitu memprihatinkan diwilayah Bangka Belitung pada setiap sektor baik persoalan perkebunan maupun pertambangang sehingga mendorong kami untuk bisa menyambut kedatangan beliau, dengan kondisi termarjinalkannya masyarakat menjadi efek domino bagi masyarakat dibangka Belitung yang seharusnya patut diketahui oleh orang NO 1 ini. Pungkas Okta
Alwi perwakilan mahasiswa UBB menambahkan kehadiran presiden RI ke Bangka Belitung ini menjadi momentum rekan-rekan mahasiswa yang telah lama bersuara terkait konflik di Bangka Belitung sendiri, kita tau bahwa setiap kali menyuarakan isu selalu dihadapkan dengan sikap pemerintahan daerah yang seakan-akan menjanjikan harapan, sehingga ini lah saat nya kita menyampaikan langsung kepada orang yang di anggap mampu merespon sikap kami dengan baik.
Aditya selaku ketua DPC GMNI Bangka menyebutkan bahwa kedatangan Presiden RI merupakan momentum tepat untuk menyampaikan setumpuk permasalahan mulai dari bobroknya pengelolaan MBG hingga ratusan kasus represifitas aparat terhitung dalam tenggat waktu agustus hingga september ratusan massa aksi dari elemen mahasiswa dan siswa masih ditahan hingga saat ini.
Naas belum sampai pada penyampaian aspirasi kami mendapat represifitas dari aparat keamanan yang merampas paksa atribut kampanye yang kami bawa dengan bertuliskan “Tolak MBG, adili pelanggar ham berat, dan usir oligarki atau revolusi” juga selebaran kartu merah sebagai bentuk protes terhadap berbagai permasalahan yang terjadi selama kepemimpinannya.
Dengan demikian kami akan terus menggelorakan perluasan perlawanan untuk mengembalikan kedaulatan sesungguhnya ketangan rakyat
(Fadian Bujang)















