HUT ke-25 Babel, Ketua PD Inaker Ajak Daerah Prioritaskan SDM, Tingkatkan Etos Kerja ASN, dan Jauhi Koncoisme dalam Pembangunan

Koordinator Liputan Sidik Polisi News

HUT ke-25 Babel, Ketua PD Inaker Ajak Daerah Prioritaskan SDM, Tingkatkan Etos Kerja ASN, dan Jauhi Koncoisme dalam Pembangunan

BANGKA,Sidikpolisinews.id|Ketua PD Inaker Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Aboul A’la Almaududi, SH, menyampaikan pandangan kritis sekaligus reflektif bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-25 yang diperingati hari ini, 21 November 2025. Aboul mengibaratkan usia 25 tahun sebagai usia remaja—usia yang penuh semangat, penuh energi, dan sedang mencari jati diri. Karena itu, menurutnya, Babel harus sangat hati-hati dalam menentukan arah pembangunan agar tidak salah dalam menetapkan skala prioritas.

Aboul menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus terus dilanjutkan secara progresif. Namun, ia mengingatkan bahwa infrastruktur bukan satu-satunya indikator kemajuan daerah. Peningkatan kualitas pelayanan publik serta pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) harus dijadikan prioritas utama karena keduanya memberi dampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Ia menekankan bahwa investasi terbesar dalam sebuah daerah bukan pada bangunan fisik, melainkan pada manusianya. Karena itu, pembangunan SDM harus digalakkan secara konsisten dan berkelanjutan agar visi besar pembangunan Babel tidak hanya berjalan, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata.

Menurut Aboul, kesalahan dalam menentukan prioritas pembangunan dapat menyebabkan daerah bergerak tidak seimbang. Ia mengingatkan pentingnya menjauhi pola kebijakan berbasis kedekatan atau koncoisme. “Selama bisa dipertanggungjawabkan dan ada progres nyata, semua boleh saja. Yang penting bukan karena kedekatan, tetapi karena kompetensi,” tegasnya.

Ia juga mengajak para kepala daerah serta seluruh unsur pemerintahan untuk tidak terlena dengan zona nyaman birokrasi. Etos kerja aparatur sipil negara, lanjutnya, harus terus ditingkatkan. Tanpa etos kerja yang kuat, mustahil sebuah daerah dapat tumbuh secara terukur, cepat, dan berkelanjutan.

Aboul menilai etos kerja sebagai fondasi utama kemajuan. Birokrasi yang lamban, tidak responsif, atau sibuk dengan urusan prosedural semata akan menjadi hambatan bagi percepatan pembangunan Babel.

Selain itu, Aboul menyoroti kondisi kesejahteraan masyarakat yang menurutnya masih jauh dari harapan. Ia menekankan bahwa pejabat publik tidak boleh hanya menunggu laporan atau keluhan, tetapi harus aktif “jemput bola”. Banyak masyarakat yang memilih diam meskipun hidup dalam kesulitan, dan negara, tegasnya, wajib hadir untuk mereka.

“Semakin dekat pejabat dengan rakyat, semakin baik kualitas kebijakan yang dihasilkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini bukan hanya soal pelayanan, tetapi bentuk empati pemerintah kepada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Aboul juga mengingatkan para pejabat untuk menghindari flexing atau memamerkan gaya hidup mewah. Menurutnya, tindakan tersebut dapat menyakiti perasaan rakyat dan merusak kepercayaan publik. “Kalau kita punya cukup, biarlah kita saja yang tahu. Tidak perlu dipamerkan atau diframing,” pesannya.

Sebagai putra daerah, Aboul juga mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-25 bagi Negeri Serumpun Sebalai. “Ini negeri tempat aku dilahirkan. Semoga masyarakatnya semakin menyatu dalam menjaga toleransi dalam urusan apa pun, dan ekonomi Babel semakin membaik,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Aboul mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk merapatkan barisan, memperkuat etos kerja, dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai pusat dari setiap kebijakan pembangunan. Menurutnya, usia 25 tahun merupakan momentum introspeksi untuk membawa Babel memasuki babak pembangunan yang lebih adil, progresif, dan manusiawi.

(Fadian Bujang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *