Www SidikPolisi News’id -Namlea Kabupaten Buru’ Propinsi Maluku’ (5/6/2026)
Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian laut terus tumbuh di Kabupaten Buru. Hal itu ditandai dengan pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) bernama “Laskar Bahari Lilialy” di Desa Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Jum’at (5/6/2026).
Kelompok ini dibentuk sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan melindungi sumber daya kelautan serta ekosistem pesisir dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan, termasuk praktik penangkapan ikan ilegal yang berpotensi merusak terumbu karang dan biota laut lainnya.
Nama Laskar Bahari Lilialy dipilih sebagai simbol semangat dan komitmen warga setempat untuk menjadi penjaga laut dan pantai di wilayah Kecamatan Lilialy. Kehadiran kelompok ini diharapkan menjadi kekuatan baru dalam mendukung upaya konservasi laut yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam pembentukan tersebut antara lain Ir, Tita Pahni wakil ketua yayasan WWD ekspedisi publikasi WWD & komunikasi.
Mohammad Mochtar Tan ,SPi pengawas cabang dinas gugus pulau buru 1 & Bursel.
Abdu Haris Bessy Raja Petuanan Lilialy.
Ulfa Bin Tahir kadis Perikanan Kabupaten Buru
La harapa Buton Ketua Laskar Bahari Lilialy,Pengurus dan anggota
Desa Jikumerassa dikenal memiliki wilayah pesisir yang kaya akan sumber daya perikanan dan keanekaragaman hayati laut. Namun, potensi tersebut juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan hingga ancaman kerusakan terumbu karang yang menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan dan biota laut.
Melalui pembentukan POKMASWAS, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran sebagai pengawas dan pelindung lingkungan laut di wilayahnya sendiri.
Proses pembentukan kelompok ini dilakukan melalui musyawarah masyarakat yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Jikumerassa. Selanjutnya, kelompok tersebut disahkan melalui Surat Keputusan (SK)
Sebagai kelompok pengawas masyarakat, Laskar Bahari Lilialy memiliki sejumlah tugas penting, di antaranya memantau aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan sekitar, melaporkan praktik-praktik ilegal seperti penggunaan racun, setrum, maupun alat tangkap yang merusak lingkungan, serta menjaga kawasan terumbu karang dan habitat laut lainnya.
Selain itu, kelompok ini juga berperan dalam memberikan edukasi kepada nelayan dan masyarakat pesisir mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Pembentukan POKMASWAS mendapat sambutan positif dari sejumlah dinas terkait maupun yayasan WWD ekspedisi publikasi WWD & komunikasi. Karena Pembentukan Pokmaswas adalah langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga laut sebagai sumber kehidupan. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, pengawasan terhadap wilayah pesisir diharapkan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
keberadaan Laskar Bahari Lilialy sekaligus juga menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Ketika warga menjadi penjaga lautnya sendiri, harapan untuk mewariskan laut yang sehat, produktif, dan lestari kepada generasi mendatang akan semakin terbuka lebar.
“(Besugi,A H”)















