Berita  

Panglima Laot Aceh Barat Desak Vendor Bertanggung Jawab Atas Tumpahan Batu Bara

Sidikpolisinews.id MEULABOH — Lembaga Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat mendesak pihak vendor atau perusahaan terkait untuk segera membersihkan tumpahan batu bara yang mencemari kawasan laut setempat. Penegasan ini disampaikan demi menjaga ekosistem laut dan keberlangsungan hidup nelayan tradisional.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Panglima Laot Aceh Barat, Nanda Ferdiansyah, menekankan pentingnya fungsi pengawasan laut yang tersistem agar kejadian serupa tidak terabaikan begitu saja.

“Kami menekankan kepada semua pihak di Aceh Barat untuk menjaga laut dengan sistem yang ada. Jangan sampai tugas menjaga laut ini terabaikan. Harapan besar kami, laut Aceh Barat harus bersih,” ujar Nanda Ferdiansyah saat memberikan informasi kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Nanda juga menambahkan bahwa aksi cepat pembersihan ini sejalan dengan dukungan lembaga terhadap program bupati terkait kebersihan lingkungan di Aceh Barat. “Kami mendukung penuh semua program yang berfokus pada kebersihan, terutama kebersihan laut dan wilayah Aceh Barat secara keseluruhan,” tegasnya.

Menanggapi situasi tersebut, pihak perusahaan terkait memberikan klarifikasi mengenai komitmen operasional mereka:
PT Mifa Bersaudara
Pihak manajemen menyatakan bahwa perusahaan selalu berkomitmen dan berupaya keras dalam menjalankan seluruh operasional pertambangan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mereka menegaskan konsistensi dalam menerapkan prinsip Good Mining Practice (GMP) serta mematuhi segala regulasi lingkungan yang ada.
PT Adhi Guna Putera
Perusahaan yang menangani kegiatan operasional bongkar muat batu bara di PLTU Nagan Raya ini turut memberikan konfirmasi. Mereka memastikan bahwa seluruh aktivitas bongkar muat tetap berjalan dengan mengikuti Standard Operating Procedure (SOP). Pihak perusahaan mengklaim aktivitas mereka selalu merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku dan berkomitmen penuh untuk tetap menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan nelayan setempat berharap proses pembersihan sisa material tumpahan di laut dapat segera terealisasi tanpa merusak ekosistem lebih lanjut.

Penulis/udinjazz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *