banner 728x250

Aksi Ekologi Murid SMAN 1 Ligung Bersihkan Mesjid dan Mushola di Desa Ligung dan Ligung Lor Sebagai Implementasi Nilai Karakter Pancawaluya

banner 120x600
banner 468x60

Majalengka-sidikpolisinews.id Pada hari jumat tanggal 27 Pebruari 2026, seluruh murid SMAN 1 Ligung Kabupaten Majalengka melaksanakan aksi ekologi.

Hal ini sesuai dengan petunjuk teknis dari disdik provinsi Jawa Barat bahwa Pesantren di sekolah tahun ini disebut Pesantren Ekologi.

banner 325x300

Dimana dalam pesantren ini murid melaksanakan kegiatan di sekolah selama 3 minggu dengan 3 siklus dan mengambil 3 tema. Tema minggu pertama yaitu Kebersihan. Dalam pelaksaannya guru membimbing murid dengan tahapan Pancaniti yaitu:

1. Niti Surti
2. Niti Harti
3. Niti Bukti
4. Niti Bakti
5. Niti Sajati

Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ligung, Dewi Susanti Kaniawati Dalam Niti Surti , disampaikan ayat Al Quran dan hadist yang berkaitan dengan kebersihan.
Dalam niti harti, murid merasakan pentingnya kebersihan.

Dalam niti bukti , murid melihat fakta di lapangan dan dalam kehidupan sehari – hari tentang kewajiban manusia menjaga kebersihan lingkungan.

Pada Niti Bakti murid mengadakan aksi ekologi berupa bersih – bersih sekolah dan lingkungan sekitar sekolah.

Kepala sekolah melibatkan seluruh guru dalam kegiatan pesantren ekologi. Jadi tidak hanya tanggungjawab guru (Pendidikan Agama Islam)

Lanjut Dewi, Kegiatan Setiap hari dibagi ke dalam dua sesi Sesi 1 pukul 06.30 WIB sampai 09.00 WIB diisi dengan materi ekologi yang modulnya sudah disiapkan oleh provinsi dengan lengkap.

Isi modul kolaborasi pembelajaran mendalam dengan konsep pancawaluya juga ada pelaksanaan 7 kebiasaan anak indonesia hebat. Sesi ini dibimbing ibu bapak wali kelas

Pukul 09.00 s.d 09.30 murid istirahat

Pukil 09.30 s.d 12 00 diisi dengan materi keagamaan, Dibimbing oleh guru PAI dan narasumber dari pesantren

“Dengan dilibatkannya seluruh guru Alhamdulilah kegiatan pesantren ekologi berjalan kondusif efektif dan efisien. Manfaatnya guru menjadi tidak kesal menunggu waktu pulang karena tidak ada KBM seperti hari biasa diganti dengan kewajiban ke kelas untuk membimbing ekologi. Juga guru dan muri menjadi semakin paham tentang ekologi.” Ujar Dewi.

Di hari jumat kemarin sambungnya, dalam aksi ekologi kepala sekolah dan guru memilih bersih-bersih sebagai aksi siklus satu.

Kelas XII bersih-bersih lingkungan sekolah. Kelas X dan XII di mesjid dan mushola sekitar ligung yang berjumlah 12 mushola. Tukas Kepala Sekolah.

Soni sidikpolisinews.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *