Bintuni sidikpolis news ~ id Berdasarkan informasi, Audiens Forum Anak Anak Asli 7 Suku Peduli Otsus (FORAPELO) Kabupaten Teluk Bintuni telah
melakukan audiensi untuk memastikan dan mengawal penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) khususnya terkait administrasi kependudukan Orang Asli Papua (OAP).
Berikut adalah poin-poin penting dari kegiatan tersebut:
Pagu Anggaran Otsus (Block Grant): Forapelo memastikan pagu anggaran Otsus block grant senilai Rp 1.250.000.000,00 (1,25 Miliar) diperuntukkan bagi Dinas
Apresiasi dan Evaluasi: Tobias Mosoimen, anggota Forapelo, mengapresiasi kinerja Dukcapil, namun menilai anggaran 1,25 miliar tersebut masih minim untuk menjangkau seluruh OAP, terutama di 7 suku pedalaman.
Usulan Kenaikan Anggaran 2027:
Forapelo secara resmi mengusulkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Teluk Bintuni agar pada TA 2027, anggaran Otsus untuk Dukcapil dinaikkan dari 1 miliar lebih menjadi Rp 2 miliar.
Tujuan Penambahan: Penambahan anggaran diusulkan agar pelayanan perekaman data e-KTP lebih maksimal menjangkau masyarakat 7 suku baik di pinggiran kota maupun di dalam kota Bintuni.
Data per Juli 2025 menunjukkan sebanyak 44.052 Orang Asli Papua telah terdata, dengan 38.115 jiwa di antaranya telah terinput resmi ke dalam SIAK Kemendagri. Forapelo terus mengawal agar Dana Otsus 2026 di Teluk Bintuni—yang tercatat sebagai salah satu penerima terbesar di Papua Barat—benar-benar memberikan manfaat nyata bagi OAP.
Tobias Mosoimen menyampaikan informasi tentang pagu angaran Otsus di Dinas pencatatan dan kependudukan kabupaten teluk Bintuni kepada seluruh masyarakat Bintuni bahwa sudah tepat sasaran pada orang orang asli Papua dan orang asli 7 suku Bintuni.
Tutup redaksi Tobias Mosoimen.


















