Surabaya, Sidikpolisinews.id – Pondok Pesantren An-Najiyah Timur, Sidosermo IV, Wonocolo, Surabaya menggelar wisuda tahfidz Al-Qur’an 11 santri program tahfidz Qur’an pada hari Senin (16/02/2026)
Untuk menjadi hafidz Qur’an tidaklah sangat mudah. Para santri berjibaku dengan segala kesulitan saat menghafal, namun dukungan guru pengasuh dan orang tua dinilai menjadi penentu kesuksesan santri dalam menghafal Al-Qur’an.
Pondok Pesantren An-Najiyah ini ada berapa cabang di Sidosermo ini dan mulai berdiri awal pada tahun 1965 dan PP An-Najiyah Timur ini merupakan cabangnya. Di sela acara ini KH. Mas Abdullah Muhajir berharap pada generasi muda yang ada minat untuk menghafalkan Al-Qur’an agar mereka bukan hanya sekedar menghafal, tetapi itu adalah nafas kehidupan dan perkembangan para santri generasi muda supaya tetap terjaga terhadap fitnah, terhadap pemikiran yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an.

“Pondok Pesantren An-Najiyah punya kontribusi terhadap pendidikan bangsa, pendidikan agama” ujar KH.Mas Abdullah Muhajir ketika di wawancarai media dengan di dampingi Muhaimin.
“Selain belajar pendidikan agama dan menghafal Al-Quran juga ada ngaji Diniyah yang ngaji kitab kitab klasik, dan santri juga sekolah disini mulai tingkat SMP, SMA Negeri dan Swasta” sambutannya.
Turut hadir dalam acara Wisuda dan pengajian Akbar di Pondok Pesantren An-Najiyah Timur ini Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Muhaimin, SH,MM, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda setempat dan para santri, Muhaimin cukup senang dan bahagia selalu anggota DPRD Surabaya melihat secara langsung aktivitas Pondok Pesantren An-Najiyah Timur ini, semua betul betul belajar.
“Pondok pesantren adalah tempat pendidikan anak anak bangsa kedepan bisa lebih berakhlak, tentunya lewat pendidikan di Pondok Pesantren An-Najiyah Timur ini perlu kita support, bahkan kita tingkatkan” ucapnya.
“Saya bangga memiliki pengasuh pondok pesantren seperti yang terhormat KH.Mas Abdullah Muhajir yang Istiqomah, telaten mendidik para santrinya, tentunya harapan pesantren-pesantren yang ada dikota Surabaya, khususnya Sidosermo perlu kita pertahankan dan tingkatkan demi pendidikan anak-anak bangsa” sambung nya.

Tujuan menghafal Al-Quran bukan sekedar punya ‘hafalan 30 juz’ dikepala, tapi lebih ke arah hubungan terus menerus dengan firman Allah dan manfaat yang mengalir ke dunia-akhirat.
Dari berbagai sumber, poin-poin utama muncul:
– Menjaga dan memuliakan Wahyu – hafalan jadi bentuk penjagaan Al-Qur’an agar tidak terlupakan, sekaligus wujud penghormatan terhadap firman Nya.
– Ibadah dan pahala besar – setiap huruf yang dibaca/dihafal mendatangkan kebaikan, penghafal dijanjikan kedudukan istimewa di akhirat dn syafaat di hari kiamat.
– Membentuk karakter & ketenangan jiwa – menghafal dikaitkan dengan ketenangan batin, kejernihan pikiran, keseimbangan hidup, serta peningkatan kecerdasan dan daya ingat
Menurut Muhaimin, lewat pendidikan di Pondok Pesantren An-Najiyah Timur ini generasi muda memiliki harapan, “Kami berharap generasi atau anak anak yang memoles ilmunya di pondok pesantren ini betul betul ke depan siap menghadapi tantangan, perubahan” pungkas nya. Acara wisuda ini juga di hibur oleh grup Hadrah dari Pondok Pesantren An-Najiyah dibawah asuhan Abid ini lebih khidmat dalam melantunkan sholawat.(haryo)















