Ka. SMKN 1 Galang sambut baik Saran dan Usul Orang-tua Peserta didik

Deli Serdang, Sidikpolisinews – Kepala SMK Negeri 1 Galang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Manuntun Manurung,S.Pd. S.Com menyambut baik saran dan usul dari para Orang-tua Peserta didik SMKN 1 Galang yang ditayang 2 kali di Media ini, bahwa meminta Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tentang penjelasan penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari Pemerintah dan uang Komite dari Orang-tua Peserta didik setiap bulan di sekolah terseb.

Kenapa tidak? Karena masyarakat Orang-tua Peserta didik itu adalah mitra bagi sekolah dalam membangun pendidikan kepada peserta didik. Dan saran atau usul dari Orang-tua Peserta didik itu adalah kritik sehat yang sifatnya membangun. Namun sebaiknya kritik itu disampaikan tidak melalui Media, tetapi melalui Komite selaku perwakilan Orang-tua Peserta didik disatu UPT (Unit Pelaksana Tekhnis) SPF (Satua Pendidikan Formal) SD (Sekolah Dasar) atau SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) atau SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)

Hal tersebut diungkapkan Manuntun Manurung,S.Pd. S.Com Kepala SMK Negeri 1 Galang ketika bertemu Penulis (14/2/2026).
Lebih lanjut mengatakan, bahwa untuk mensahuti saran dan usul Orang-tua pPeserta didik agar sekolah melakukan KIP (Keterbukaan Informasi Publik) sebagaimana diamanahkan UU (Undang Undang) Nomor 14 Tahun 2008 yang hubungannya tentang penggunaan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari Pemerintah dan Uang Komite dari masyarakat Orang-tua Peserta didik setiap bulannya di SMKN 1 Galang.

Maka sebaiknya kami pihak sekolah melakukan koordinasi kepada Ketua Komite selaku perwakilan masyarakat Orang-tua Peserta didik terlebih dahulu, untuk mencari waktu yang tepat dan lapang tidak mengganggu KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) bagi peserta didik, serta tekhnik melakukan undangan pertemuan kepada Orang-tua Peserta didik selaku mitra, untuk mensosialisasi penjelasan yang dimaksud dari saran dan usul para Orang-tua Peserta didik tersebut.

Dan pada saat itu nantinya pihak sekolah meminta kepada Orang-tua Peserta didik, agar pembayaran uang Komite itu tepat waktu. Karena akibat ketidak tepat waktunya pembayaran uang Komite itu menjadi kendala utama bagi SMKN 1 Galang selama ini. Sementara kegiatan pembelajaran pendidikan bagi peserta didik terus berjalan.

Maka jangan heran kalau ada tenaga honor di SMKN 1 Galang mengundurkan diri akibat terlambat membayar honor yang disebabkan sumber macet.

Dan kalau dana BOS yang dianggarkan untuk itu, sementara Pos-pos penggunaannya sudah ada ditetapkan dan diketahui pemerintah, tegasnya.

Dan kemudian terkait dengan masalah sumbang infaq Jum’at berkah dari peserta didik muslim yang diprogram sebelum saya menjabat Kepala SMKN 1 Galang. Dan setelah saya dipercaya pemerintah menjadi Pejabat Kepala sampai dengan hari ini, maka program tersebut saya berhentikan. Namun sumbang yang terkumpul sebelumnys masih tetap ada tersimpan sampai dengan hari ini ditangan Guru Agama Islam di SMKN 1 Galang.

Dan terkait dengan sorotan adanya permintaan sekolah Rp.35.000 per-bulan uang praktek olahraga berenang. Itu pihak sekolah menjelaskan kegunaannya pada saat pertemuan dengar Orang-tua Peserta didik nanti.

Dan terkait sorotan adanya kutipan Rp.15.000 uang Isra’ Mi’raj bagi peserta didik yang muslim belum lama ini di SMKN 1 Galang. Perlu dijelaskan, bahwa tindakan tersebut bukan perintah Kepala sekolah. Dan menurut informasi bahwa uang tersebut sudah dikembalikan, tegas Manuntun Manurung,S.Pd. S.Com Kepala SMKN 1 Galang kepada Penulis saat itu.

(Sudirman Dachi/IGB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *