Surabaya, Sidikpolisinews.id – Sebuah karya anak didik SMK1 Madiun di pameran Expo & Expose Grand City Surabaya selama tiga hari merupakan sebuah kreatifitas serta Inovasi teknologi ramah lingkungan. Pameran Pendidikan yang digelar di Grand City Surabaya, Sabtu (14/2/2026). Melalui bidang Teknologi Konstruksi dan Bangunan, sekolah vokasi ini menampilkan sebuah maket bangunan inovatif yang mengintegrasikan teknologi modern, energi terbarukan, serta sistem digital berbasis aplikasi.
Denah maket bangunan tersebut dilengkapi panel surya sebagai sumber energi utama dan sistem lampu pintar yang dapat dikontrol melalui aplikasi buatan siswa siswi SMK 1 Madiun.
Aplikasi ini merupakan sebuah kolaborasi lintas jurusan antara Konstruksi dan Audio Video, yang seluruh proses pengembangannya dilakukan sendiri oleh siswa siswi mulai dari nol, mulai dari desain, perancangan sistem, hingga implementasi teknologinya.

Alya Cahaya, siswi klas SMKN 1 Madiun, ia juga sebagai finalis duta anti korupsi MAKI Jawa Timur, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari pembelajaran berbasis praktik dan penyesuaian kurikulum dengan perkembangan teknologi konstruksi modern.
“Kami menyesuaikan pembelajaran dengan inovasi dan kebutuhan pasar. Mulai dari desain 2D menggunakan Auto CAD, pengolahan 3D dengan Sketch Up, hingga konsep Building Information Modeling (BIM). Semua diarahkan agar siswa siap menghadapi dunia industri,” terang Alya.
Ia juga menambahkan, jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMKN 1 Madiun tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada praktik langsung, pengembangan jasa desain, serta pemanfaatan software desain profesional. Hal ini membuat siswa lebih unggul dan siap bersaing di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
Konsep bangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi pesan utama dalam pameran ini. Pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi terbarukan menjadi simbol komitmen SMKN 1 Madiun terhadap pembangunan berwawasan lingkungan.

“Saya sangat bangga bisa berada di sini dan memperkenalkan sekolah kami di media dan kepada masyarakat luas. Harapannya, pameran seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, tidak berhenti di titik ini saja, tetapi terus berkembang dan melahirkan inovasi-inovasi baru,” tambah Alya.
Pameran pendidikan ini menjadi bukti bahwa sekolah vokasi tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga mampu melahirkan inovator muda di bidang teknologi konstruksi dan bangunan yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta peduli terhadap lingkungan.
Dengan ada nya pameran ini yang tahun sebelum nya belum sempat ikut , Alya Cahaya berharap semoga SMK banyak diminati, lebih dikenal tidak di pandang sebelah mata, tetapi SMK itu bisa maju dan berkembang secara vokasinya di banding siswa siswi yang menentukan jurusannya dan belum menentukan apa yang mereka minati, lebih baik ke SMK sudah jelas sudah bener bener siap terjun. (haryo)















