Www SidikPolisi News’id – Namlea “Kabupaten Buru’” Propinsi Maluku- (12/2/2026)
Pembangunan sejatinya bukan hanya soal beton dan aspal. Ia adalah tentang membuka jalan bagi harapan, menghadirkan keadilan bagi mereka yang lama terpinggirkan, serta memastikan bahwa setiap jengkal tanah negeri ini merasakan sentuhan kemajuan. Seruan Anggota DPRD Kabupaten Buru, Yohanes Nurlatu, agar Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Daerah Kabupaten Buru segera membangun jalan penghubung Wailo–Waitina-Waflan dan Waihata patut menjadi perhatian serius.
Di Kecamatan Wailata, denyut kehidupan masyarakat sebagian besar bertumpu pada sektor pertanian. Dari kebun-kebun sederhana itulah harapan tumbuh, anak-anak disekolahkan, dan kebutuhan keluarga dipenuhi. Namun harapan itu kerap tersendat di jalan yang belum layak dilalui. Akses yang terbatas membuat hasil bumi sulit menjangkau pasar, biaya distribusi melonjak, dan pada akhirnya pendapatan petani tergerus oleh keadaan.
Kondisi ini bukan sekadar persoalan infrastruktur. Ia adalah potret ketimpangan pembangunan yang masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah. Jalan yang memadai bukan hanya mempersingkat jarak tempuh, tetapi juga memperpendek jurang kesenjangan. Dengan akses yang terbuka, roda ekonomi akan berputar lebih cepat, harga hasil pertanian menjadi lebih kompetitif, dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara nyata.
Lebih dari itu, pembangunan jalan juga menyentuh aspek kemanusiaan yang lebih luas. Anak-anak akan lebih mudah menjangkau sekolah tanpa harus menempuh perjalanan panjang yang melelahkan. Warga yang membutuhkan layanan kesehatan tidak lagi terhambat oleh medan sulit. Mobilitas menjadi lebih aman, lebih cepat, dan lebih manusiawi.
Karena itu, usulan pembangunan jalan Wailo–Waitina-Waflan dan Waihata harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar proyek fisik tahunan. Pemerintah daerah dan provinsi perlu menjadikannya prioritas dalam perencanaan pembangunan, dengan perhitungan matang serta komitmen anggaran yang jelas.
Membuka jalan berarti membuka masa depan. Ketika akses terhubung, peluang pun ikut terbentang. Harapan masyarakat Wailata kini berada di tangan para pemangku kebijakan. Sudah saatnya pembangunan benar-benar menjangkau hingga ke pelosok, memastikan bahwa kemajuan tidak hanya dinikmati segelintir wilayah, tetapi dirasakan bersama.
Sebab di balik setiap jalan yang dibangun, ada mimpi yang sedang diperjuangkan. Dan dari Waelo hingga Waehata, mimpi itu menunggu untuk diwujudkan.
*(“Besugi AH”)*















