https://Sidikpolisinews.id
Kab. Halmahera Selatan, Senin 09/02/2026, Indonesia adalah negara kepulauan yang dibangun bukan hanya dari pusat kekuasaan, tetapi juga dari suara-suara yang tumbuh di wilayah pinggiran. Pulau Obi, yang terletak di ujung selatan Halmahera, menjadi salah satu ruang di mana semangat keindonesiaan itu terus dijaga dan diperjuangkan oleh generasi muda, termasuk kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Sebagai organisasi mahasiswa tertua di Indonesia, HMI memikul tanggung jawab historis untuk terus berkhidmat kepada umat dan bangsa. Khidmat itu tidak boleh berhenti pada wacana di ruang-ruang diskusi kampus semata, tetapi harus hadir nyata di tengah persoalan masyarakat. Di Pulau Obi, kader HMI dihadapkan pada realitas keterbatasan akses pendidikan, tantangan lingkungan hidup, serta ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan masyarakat kepulauan.
Keberadaan kader HMI di daerah seperti Obi menjadi penting sebagai penjaga nalar kritis dan suara moral. Mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi penonton pembangunan, tetapi juga menjadi subjek yang aktif mengawal arah kebijakan agar berpihak pada kepentingan rakyat. Dari diskusi kecil hingga gerakan sosial, HMI di daerah berupaya menyemai kesadaran kolektif bahwa pembangunan harus berkeadilan dan berkelanjutan.
Nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi dasar perjuangan HMI menemukan relevansinya di wilayah kepulauan. Islam mengajarkan keadilan dan kepedulian sosial, sementara Indonesia meniscayakan persatuan dalam keberagaman. Di Pulau Obi, kedua nilai ini menjadi landasan bagi kader HMI untuk tetap berpijak pada kearifan lokal sekaligus berpandangan nasional.
Suara dari Pulau Obi mungkin terdengar kecil jika dibandingkan dengan hiruk-pikuk kota besar. Namun, suara itulah yang seharusnya menjadi pengingat bahwa Indonesia tidak hanya dibangun dari pusat, melainkan dari seluruh penjuru negeri. HMI, melalui kader-kadernya di daerah, memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa suara pinggiran tetap mendapat ruang dalam proses pembangunan nasional.
Pada akhirnya, khidmat HMI untuk Indonesia adalah kerja panjang yang menuntut konsistensi, keberanian, dan keberpihakan. Dari Pulau Obi, kader HMI terus bersuara, menjaga idealisme, dan merawat harapan bahwa Indonesia yang adil dan beradab dapat dibangun bersama, dari pusat hingga ke wilayah terluar.
Kabiro Halmahera Selatan
Fakri


















