banner 728x250

Motif Pembunuhan Di Jalan Wonokusumo Karena Korban Tidak Bayar Hutang Kepada Pelaku

banner 120x600
banner 468x60

Surabaya, Sidikpolisinews.id – Nasib naas terjadi pada UF, (32), di Jalan Wonokusumo Jaya, Kecamatan Semampir, Surabaya Utara akhirnya terungkap setelah sepekan jajaran reskrim Polres Tanjung Perak melakukan penyelidikan maraton dan akhirnya salah satu pelaku kunci dapat dibekuk tanpa ada perlawanan.

Insiden pengeroyokan berujung maut itu ternyata dipicu masalah utang piutang. Nyawa korban warga Kedung Manggu, Kenjeran itu melayang gara-gara pinjaman senilai Rp 40 juta yang tak kunjung lunas, ketika di hubungi oleh pihak yang pinjami tidak pernah bisa dan selalu menghindar.

banner 325x300

Salah satu pengeroyokan tersangka berhasil diamankan inisia HD (40), warga Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura. HD diringkus oleh Korps Bhayangkara di kampung halamannya pada Sabtu (24/012026) dini hari sekira pada pukul 01.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, M. Prasetyo melalui Ipda Meldy, mengungkapkan bahwa insiden berdarah ini bermula dari rasa sakit hati tersangka HD. Korban meminjam uang Rp 40 juta kepada HD, namun selalu menghilang saat ditagih.

“Pelaku emosi karena saat dilakukan penagihan, korban UF justru menghilang. Puncaknya, nomor HP pelaku diblokir oleh korban,” ujar Meldy, Selasa (27/1/2026).

Tak terima diperlakukan demikian, Hadi menyusun rencana. Pada Sabtu (17/1) sore, ia menghubungi JD, teman korban, untuk memancing UF keluar.

Malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, HD mengajak HS seorang rekan yang biasa menagih utang untuk berangkat ke Surabaya.

Mengendarai Toyota Innova Venturer hitam bernopol B 1151 CYS, rombongan bertolak dari Sampang. Di Bangkalan, mereka menjemput rekan-rekan HS lainnya. Total ada sekitar lima orang dalam mobil tersebut.

Minggu (18/1) dini hari, skenario dijalankan. JD memancing korban ke Jalan Wonokusumo Jaya dengan alasan bertemu di daerah rumahnya. Sekira pukul 04.12 WIB, korban muncul mengendarai motor Yamaha Filano biru bernopol L 5506 DAM.

Begitu melihat target, HD langsung turun dari mobil Innova dan menyergap korban dari belakang hingga terjatuh dari motornya.

“Niat awal pelaku sebenarnya ingin membawa paksa atau menculik korban ke Sampang, Madura. Pelaku menarik korban mendekati mobil, namun korban memberontak keras berusaha melepaskan diri,” terang Meldy.

Saat pergumulan itulah, HS dan kawan-kawannya turun tangan. HS, yang kini statusnya buron (DPO), diduga kuat menjadi eksekutor yang menghunjamkan senjata tajam ke tubuh korban. Tusukan telak mengenai bagian bawah ketiak kiri.

Usai korban ambruk bersimbah darah, para pelaku tancap gas melarikan diri kembali ke Madura via Jembatan Suramadu.

Tubuh UF ditemukan warga berjarak sekitar 100 meter dari titik awal penyerangan. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya meregang nyawa dan ditemukan tergeletak tak bernyawa.

Hasil otopsi menunjukkan kekejaman para pelaku. Terdapat tanda kekerasan benda tajam yang menembus kulit dada kiri, melewati sela iga, merobek paru-paru, hingga menembus jantung.

“Yang melakukan penusukan (HS) masih kami lakukan pengejaran, identitas pelaku sudah kami kantongi. Sementara pelaku lainnya juga sedang kami buru,” tegas Meldy kepada rekan media dalam press Conference.(haryo)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *