Sidikpolisinews.id ACEH BARAT – Kondisi sektor pertanian di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, kini berada dalam status darurat. Puluhan hektare sawah milik warga mengalami kekeringan ekstrem hingga tanah terlihat pecah-pecah. Para petani pun kini dihantui bayang-bayang gagal panen total jika pemerintah setempat terus berdiam diri.

Zainal, salah satu tokoh warga setempat, memberikan keterangan langsung kepada awak media di lokasi persawahan yang terdampak. Ia mengungkapkan bahwa pasokan air sangat minim dan alat bantu yang ada saat ini tidak berfungsi maksimal.
”Tanah sudah pecah-pecah. Kami sangat membutuhkan air. Mesin pompa (pompa air) yang ada saat ini terlalu kecil, hanya mampu mengairi sawah di pinggiran saja. Sementara sawah yang di bagian tengah sama sekali tidak tersentuh air hingga tanahnya terbelah,” ujar Zainal dengan nada kecewa saat menunjukkan kondisi lahan, hari Selasa (27/01/2026).

Kekecewaan Terhadap Pemerintah
Warga merasa kecewa karena hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari dinas terkait. Harapan masyarakat hanya satu: Pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera memberikan solusi konkret sebelum padi mereka mati total.
Para petani mendesak pejabat terkait untuk tidak hanya menerima laporan di atas kertas. “Pemerintah wajib melihat langsung ke lokasi, jangan hanya duduk di kantor saja. Kami butuh mesin pompa yang lebih besar dan solusi air yang merata,” tambah warga lainnya.

Ancaman Kerugian Besar
Kekeringan ini diprediksi akan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi para petani di beberapa desa di Kaway XVI. Jika dalam waktu dekat tidak ada bantuan mesin pompa berkapasitas besar atau perbaikan distribusi air, maka dipastikan musim tanam kali ini akan berakhir dengan kegagalan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menanti kehadiran perwakilan pemerintah Aceh Barat di lokasi untuk melihat langsung penderitaan para petani yang tengah berjuang menyelamatkan lahan mereka.
Pewarta:udinjazz















