Sidikpolisinews.id ACEH BARAT – Praktik dugaan penyalahgunaan wewenang dan intimidasi terhadap bawahan kembali mencuat di Kabupaten Aceh Barat. Yulita (Ita), seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Meureubo, mengaku menjadi sasaran ancaman pemberhentian kerja oleh Kepala Dinas BKPSDM Aceh Barat, Hasymi Wandi, yang diduga dipicu oleh sentimen pribadi keluarga.
Masalah Pribadi Dibawa ke Ranah Kedinasan
Yulita mengungkapkan rasa ketidaksenangannya atas ancaman yang terus menerus menimpa dirinya. Ia menuding Hasymi Wandi menggunakan jabatannya untuk membela Zuraidah (ipar Kadis), meskipun persoalan yang terjadi tidak ada kaitannya dengan kinerja kedinasan Yulita.
”Saya bekerja di Puskesmas Meureubo, selalu patuh pada pimpinan dan KTU saya. Namun mengapa Kadis BKPSDM yang mengancam memberhentikan saya melalui penilaian 3 bulan? Ini masalah pribadi dengan Zuraidah, tapi kenapa pekerjaan saya yang diusik? Apakah karena saya orang miskin sehingga bisa diinjak-injak oleh yang punya kekuasaan?” cetus Yulita dengan penuh kekecewaan.
Pelayanan Buruk di Kantor Bupati
Upaya untuk meminta perlindungan kepada Bupati Aceh Barat pun berujung pahit. wartawan sempat menunggu lama di ruang ADC (Ajudan) sesuai antrean. Namun, petugas jaga ADC dinilai tebang pilih dan hanya merespons tamu dari dinas lain, sementara keberadaan wartawan diabaikan begitu saja hingga mereka memilih pulang dengan rasa kecewa.
Pintu Ruang Kerja Tertutup dan Konfirmasi Ditolak
Upaya pencarian fakta oleh awak media menemui jalan buntu di lapangan. Saat wartawan mendatangi Kantor BKPSDM untuk menemui Hasymi Wandi secara langsung, pintu ruang kerja Kepala Dinas ditemukan dalam keadaan tertutup rapat tanpa akses bagi pencari informasi.
Sebelumnya, upaya konfirmasi melalui panggilan WhatsApp juga tidak membuahkan hasil. Pihak terkait sempat mengangkat telepon namun langsung mematikannya dengan alasan nya suruh nlp kepala puskesmas. Upaya konfirmasi lanjutan pun tidak diterima kembali.
Tegas Bupati
Karena dinilai telah mencampuradukkan urusan pribadi ke dalam manajemen birokrasi, muncul desakan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera mengevaluasi jabatan Hasymi Wandi. Yulita dan pihak-pihak yang merasa dirugikan meminta agar oknum-oknum yang terlibat—termasuk Zuraidah dan Hasymi Wandi—dimutasi ke daerah terpencil seperti Simeulue sebagai bentuk pembinaan.
Pewarta: udinjazz















