KOTIM – Kasus penembakan empat warga Desa Kenyala oleh Brimob PT Karunia Kencana Permaisejati (KKP) pada hari Senin (22/12/2025), ternyata dilakukan di luar areal kebun PT KKP (Wilmar Group).
Berdasarkan pengecekan lapangan oleh Tim Forum Koordinasi Damang Kabupaten Kotim bersamaan dengan Tim Investigasi Ormas Kalteng pada hari Senin (29/12/2025), ternyata penembakan terjadi di Jalan perusahaan PT MAS tepatnya di Bakung Mas Estate yang lokasinya hanya berjarak ratusan meter dari Kantor dan Perumahan PT MAS (Musimas Grup).

Adapun titik koordinat penembakan yakni : -2.221025° ; 112.652656° ( gbr. TKP 1)

Fakta ini menunjukkan bahwa Security dan Brimob PT KKP telah bekerja di luar areal yang menjadi kewenangan mereka, dimana mereka menyetop mobil warga kemudian melakukan penembakan.
Adapun Tim Investigasi Ormas Kalteng dihadiri oleh Kristianto D. Tunjang (Ketum BMT), Panjung A.Silay (Ketum GBBKT), Samudra (DPW Bapasak), Megawati (Ketum ADM), Cristina Bangka (budayawan) dan aktivis adat Dayak lainnya.
“Penembakan dan Pencegatan oleh Security dan Brimob di luar wilayah kebun PT KKP. Jadi tidak ada dalil pembenaran sedikit pun atas aksi penembakan oleh Brimob PT KKP terhadap warga,” ujar Cristina Bangkan, salah satu anggota Tim Investigasi Ormas Kalteng sambil mencak-mencak di depan pihak PT KKP ketika pengecekan TKP penembakan.
Tim Investigasi Ormas Kalteng menuntut agar Dewan Adat Dayak Kabupaten Kotim memberikan sanksi dan denda adat yang berat kepada Brimob dan Perusahaan PT KKP yang bertanggung jawab atas penembakan warga Desa Kenyala.

(Rusli)















