Sidikpolisinews.id Nagan Raya, 30 November 2025 — Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Beutong, Nagan Raya, pada hari Minggu (30/11) menyisakan dampak serius, termasuk putusnya akses transportasi utama. Di tengah kesulitan ini, semangat gotong royong ditunjukkan oleh berbagai pihak, termasuk seorang warga lokal yang secara sukarela menggunakan perahu pribadinya untuk menyalurkan bantuan logistik.
Upaya penyaluran bantuan terhambat oleh meluapnya Sungai Beutong yang deras. Namun, tim gabungan dari BPBD Nagan Raya, personel TNI dari Kodim Nagan Raya, anggota Brimob Nagan Raya, bersama dengan warga setempat, bahu-membahu membawa bantuan menyeberangi sungai.

Aksi Heroik Zainal dan Perahu Pribadinya
Fokus perhatian tertuju pada Zainal, seorang warga yang awalnya berniat menggunakan perahunya untuk menengok keluarganya di seberang sungai. Melihat tumpukan bantuan yang sulit diseberangkan, Zainal tanpa ragu merelakan perahunya untuk dijadikan jembatan penyeberangan logistik darurat.
”Awalnya Pak Zainal mau lihat keluarga, tapi begitu melihat kami kesulitan membawa barang, beliau langsung menawarkan perahunya. Ini sangat membantu, karena akses lain terputus total,” ujar salah satu anggota tim bantuan.
Dengan bantuan perahu pribadi Zainal, barang-barang bantuan seperti makanan, selimut, dan obat-obatan dapat segera disalurkan kepada warga di seberang Sungai Beutong yang terisolasi. Namun, perahu tersebut hanya dapat digunakan hingga pukul 17.00 WIB, karena Zainal harus membawanya pulang.
Kebutuhan Mendesak: Dokter Spesialis dan Perahu Tambahan
Melihat situasi ini, desakan muncul bagi Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk segera mencari solusi permanen terkait akses penyeberangan. Perlu adanya penyediaan perahu lain atau akses penyeberangan yang lebih aman dan mudah agar distribusi bantuan dapat berjalan lancar tanpa bergantung pada inisiatif pribadi warga.
Selain masalah logistik, kondisi kesehatan warga terdampak, terutama anak-anak, juga menjadi perhatian utama. Dilaporkan bahwa banyak anak-anak di Beutong Ateuh mulai terserang demam akibat kondisi cuaca dan pengungsian.
”Kami sangat butuh bantuan kesehatan, khususnya dokter spesialis anak harus ada di Beutong Ateuh. Anak-anak mulai demam, ini tidak bisa ditunda,” kata salah satu warga yang berada di lokasi.
Pemerintah Daerah diminta untuk segera merespons kebutuhan medis mendesak ini, memastikan tim medis dan obat-obatan yang memadai dapat menjangkau wilayah yang terisolasi untuk mencegah memburuknya kondisi kesehatan masyarakat pasca-bencana.
Pewarta: udinjazz















