Sidikpolisinews.id Aceh Barat, — Peristiwa longsor kembali menghantui warga Gampong Pasi Ara WT, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat, setelah tebing di sekitar jembatan penghubung desa tersebut dilaporkan longsor pada Sabtu (18/10/2025) sekitar pukul 04.00 WIB subuh. Kondisi ini membuat jembatan kayu yang menjadi akses vital bagi warga, terutama anak sekolah, berada dalam bahaya serius karena posisinya yang terlalu dekat dengan jurang sungai sedalam sekitar 15 meter.
Ancaman Akses Pendidikan dan Perdagangan
Jembatan kayu ini merupakan urat nadi penghubung antara Gampong Pasi Ara WT dan Gampong Kubu Capang. Menurut keterangan Darwis S.Pd, seorang warga sekaligus narasumber utama, kekhawatiran terbesar warga adalah keselamatan saat melintasi jembatan tersebut, khususnya para pelajar dan guru.
”Warga kini merasa ragu dan takut melewati jembatan itu. Ancaman longsor ke sungai sudah di depan mata. Ini sangat mendesak untuk diatasi,” ujar Darwis S.Pd saat diwawancarai pada Sabtu (18/10/2025).
Kondisi infrastruktur yang rusak juga berdampak langsung pada sektor pendidikan. Darwis menyebutkan bahwa di Gampong Pasi Ara terdapat Sekolah Dasar Negeri (SDN). Akibat jalan dan jembatan yang rusak, tidak jarang para guru yang berasal dari luar gampong terpaksa harus berjalan kaki hingga 2 km untuk mencapai sekolah.
Aduan Warga Sudah Pernah Disampaikan
Warga Gampong Pasi Ara mengungkapkan bahwa permohonan untuk perbaikan atau pembangunan jembatan yang lebih aman sebenarnya sudah pernah diajukan kepada pemerintah daerah sebelumnya.
”Dulu, permohonan kami pernah diajukan dan langsung direspon oleh Bupati Aceh Barat saat itu, Tarmizi S.P., M.M., dan juga oleh Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Kurdi,” tutur Darwis.
Meskipun pernah mendapat tanggapan positif dari pihak pemerintah, hingga saat ini solusi permanen terhadap jembatan tersebut belum terealisasi. Situasi terkini dengan adanya longsor dini hari semakin meningkatkan kekhawatiran masyarakat.
Kechik Abdullah Berharap Tindakan Cepat
Menanggapi situasi darurat ini, Kechik Abdullah, sebagai kepala pemerintahan Gampong, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk segera mengambil tindakan nyata.
”Permohonan warga harus segera diatasi. Ini bukan hanya soal lintas Gampong, tapi ini menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan para guru. Kami berharap Dinas PUPR dapat segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan merencanakan pembangunan infrastruktur yang lebih kuat agar tidak terulang lagi kejadian serupa,” tegas Kechik Abdullah.
Warga berharap agar akses penghubung ini dapat segera diperbaiki atau dibangun ulang dengan konstruksi permanen yang mampu bertahan dari ancaman longsor dan erosi sungai, demi menjamin kelancaran aktivitas harian serta keselamatan ribuan jiwa yang bergantung pada akses tersebut.
Pewarta: udinjazz















