Meulaboh, 18 Oktober 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Meulaboh menyebabkan banjir di Gampong Ujong Tanoh Darat, tidak hanya memutus akses jalan utama tetapi juga merendam SMP Negeri 3 Meureubo. Kepala SMP Negeri 3 Meureubo, Aida Mardiani, S.Pd., mengonfirmasi kepada media bahwa air di lingkungan sekolah mencapai ketinggian setengah meter, memaksa aktivitas belajar mengajar harus ditunda hari ini.
Menurut keterangan Kepala Sekolah, kerusakan cukup parah terjadi pada aset-aset penting sekolah. Sejumlah peralatan elektronik di ruangan Tata Usaha (TU) dan laboratorium komputer seperti komputer, CPU, mouse, printer, dan keyboard terendam banjir. Selain itu, perabotan di ruangan tamu, termasuk kursi tamu, loudspeaker, dan kipas angin, juga tidak luput dari rendaman air. Air juga menggenangi ruangan guru dan seluruh koleksi buku di ruang pustaka, menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan dokumen dan bahan ajar.
Jalan Utama Terputus, Bupati Tinjau Lokasi
Banjir juga mengakibatkan putusnya akses jalan utama di Gampong Ujong Tanoh Darat sejak sekitar pukul 02.00 dini hari. Menanggapi kondisi darurat ini, Bupati Tarmizi, S.P., M.M., langsung turun ke lokasi sekitar pukul 09.51 pagi untuk meninjau titik jalan yang terputus.
Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., ASEAN. Eng., di lokasi. Sebagai langkah darurat, tim Dinas PUPR segera memasang batang kelapa di ruas jalan yang terputus untuk mempermudah akses sementara bagi masyarakat dan anak sekolah.
Tak hanya itu, alat berat berupa excavator juga langsung didatangkan ke lokasi putusnya jalan untuk mempercepat proses perbaikan permanen. Masyarakat setempat dan Keuchik Gampong Ujong Tanoh Darat turut hadir di lokasi untuk menyaksikan upaya penanganan bencana tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera memulihkan akses jalan dan membantu sekolah yang terdampak agar aktivitas dapat kembali normal. Editing(udinjazz)















