Plt Koni Pesisir Selatan, Sumatera Barat M.Adli tidak mendukung kegiatan cabor Wushu,

Pesisir Selatan Sumatera Barat,19 september 2025,Sidik polisi News

Sebanyak 15 orang Atlit Wushu Kabupaten Pesisir Selatan,terlantar gagal bertanding mengikuti kejuaraan Wushu Provinsi Sumatera Barat di GOR beladiri Haji Agus Salim Padang hari ini.

Atlit Pesisir Selatan Ini sebanyak.15 orang berasal dari kambang Kecamatan Lengayang dan Tarusan pesisir Selatan Sumatera Barat, berasal dari beberapa sekolah ,yaitu SDN.07 Koto Baru,,Air kalam,Lakitan,,Tarok,,Pulai,,Pasar gompong,,Kambang Harapan, Padang Mandiangin.Kapuh, Tarusan Duku,,Berlant sei lundang dan si guntur.

 

Padahal Atlit ini siap utk merebut.10 emas,perak dan perunggu

Ke gagalan Atlit Cabor Wushu ini berangkat mengikuti turnamen Kejuaraan Propinsi Sumatera Barat,kerna tidak cukup biaya keberangkatan ke padang.

 


Ketua umum Wushu Pesisir Selatan.Anwirrialis.MH mengatakan,ini sebuah insiden buruk dan tragis untuk olah raga di pesisir selatan

Masa untuk berangkat ke padang saja tdk ada yg mau membantu,baik pemerintah atau Koni kabupaten Pesisir Selatan,padahal,pendaftaran dan administrasi yg lain nya sdh saya bayarkan, cabor adalah tanggung jawab Koni yg harus menfasilitsai termasuk biaya dalam berkegiatan.

Saat ketua Umum Wushu bapak Anwirrialis.MH menghubungi ketua KONI Plt.bapak M.Adli mengatakan uang koni blm bisa di cairkan,jd Koni tdk dpt membantu Cabor Wushu.

Masa utk Beli bensin ke padang saja hrs menunggu anggaran KONI cair,di mana letak tanggung jawab seorang ketua,padahal menurut salah seorang pengurus wushu masih ada uang sisa sumbangan dari Kadis,Kabag dan Kabid bonos atlit kemaren ujar nya.

Kalau mau memajukan olah raga di Pessel, sebagai ketua Koni Plt, harus bisa membantu urusan yg kecil dan jangan berlepas tangan,klu ada kegiatan.

Tapi kalau Ketua hanya bisa mem bagi bagi uang, anggaran tidak mau berkorban, anak SD juga bisa.

Demikian Sidik Polisi News.Anwir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *