Pesan Ketua Inaker Babel: Menahan Diri, Bersatu, dan Menjaga Iklim Investasi Pasca Pilkada Ulang 2025

BANGKA BELITUNG, – Sidikpolisinews.id
Suasana politik di Bangka Belitung pasca Pilkada Ulang 2025 mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Ketua Pengurus Daerah Indonesia Bekerja (Inaker) Bangka Belitung, Aboul A’la Almaududi, menyerukan agar seluruh pihak mampu menahan diri dan menerima hasil yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Jika ada yang tidak puas, tempuhlah jalur konstitusional. Semua mekanisme sudah diatur dalam hukum,” ujar Aboul menegaskan.
Sabtu 13 september 2025

Menurutnya, Pilkada ulang kali ini merupakan langkah bijak untuk memberikan kepastian terkait kepemimpinan daerah. Namun, ia juga mengakui bahwa masyarakat sempat dirugikan karena cukup lama tidak memiliki kepala daerah yang definitif dan legitimate. “Alhamdulillah, akhirnya Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang bisa menuntaskan proses demokrasi ini dengan baik,” ucapnya penuh syukur.

Aboul berpesan, para pemenang jangan sampai jumawa atau merasa lebih hebat dari yang lain. Sebaliknya, pihak yang kalah pun diminta untuk tidak berkecil hati. “Inilah konsekuensi dari sebuah kontestasi demokrasi. Ada yang menang, ada yang kalah. Semua harus legowo,” katanya.

Ia menekankan bahwa Bangka Belitung dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang toleran dan mampu memelihara perdamaian. Karena itu, menurutnya, hal-hal baik ini wajib dijaga bersama. “Kita juga perlu memastikan iklim investasi tetap kondusif dengan cara memelihara ketertiban dan keamanan. Jika Babel aman, maka investor pun akan ramai datang. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” jelas Aboul.

Lebih lanjut, ia mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga seluruh elemen warga untuk bersatu padu menjaga keharmonisan. Aboul menegaskan, pembangunan daerah tidak mungkin bisa dijalankan oleh kepala daerah seorang diri. “Kolaborasi adalah kunci. Tanpa dukungan rakyat, sehebat apa pun pemimpinnya, akan kesulitan mewujudkan kesejahteraan,” ujarnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Ormas Inaker Babel, Aboul menyampaikan pesan kolaboratif bahwa kepala daerah terpilih harus rajin turun ke masyarakat. Menurutnya, pemimpin sejati bukan hanya membuat kebijakan dari balik meja, tetapi hadir langsung di tengah rakyat. “Jangan tinggalkan rakyat. Sering-sering turun ke bawah, supervisi pelayanan publik seperti rumah sakit, terminal, pasar, hingga pelayanan dasar lainnya. Dari situlah kepercayaan masyarakat tumbuh,” tambahnya.

Aboul juga mengingatkan bahwa kemenangan dalam Pilkada bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Kepemimpinan harus tercermin dari sikap rendah hati, keseriusan mengurus rakyat, serta kemampuan membangun kerja sama lintas sektor.

“Bangka Belitung harus menjadi contoh daerah yang demokratis, aman, harmonis, dan ramah investasi. Dari sini, kita bisa membuktikan bahwa demokrasi bukan hanya soal menang dan kalah, melainkan bagaimana kita bersatu untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

(Fadian Bujang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *