CSR PT Jikodolong Mega Pertiwi Gelar Pelatihan Lapangan untuk Kelompok Tani di Kecamatan Obi

CSR PT Jikodolong Mega Pertiwi Gelar Pelatihan Lapangan untuk Kelompok Tani di Kecamatan Obi

 

Obi, 21 Mei 2025 — PT Jikodolom Mega Pertiwi (PT JMP) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pertanian lokal dengan menggelar pelatihan lapangan bagi kelompok tani binaan di Kecamatan Obi. Kegiatan ini berlangsung di lahan demplot (lahan percontohan) yang berlokasi di Desa Buton.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan teori yang telah dilaksanakan bulan lalu. Dalam sambutannya, perwakilan CSR PT JMP, Bapak Arbai, menjelaskan bahwa pelatihan ini fokus pada pengujian lapangan tiga metode perlakuan budidaya tanaman tomat, yaitu perlakuan organik, semi organik, dan kimia.

“Pelatihan ini adalah tahap pembuktian di lapangan setelah petani menerima materi sebelumnya. Kita ingin para petani benar-benar memahami bagaimana setiap perlakuan bekerja di lahan nyata,” ujar Arbai.

Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Obi, Bapak Hamka. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas petani melalui pendekatan ilmiah dan praktis.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita bisa mendorong peningkatan produksi pertanian. Petani juga perlu memahami tantangan dalam budidaya, tidak boleh alergi terhadap ilmu pengetahuan pertanian. Pengetahuan adalah kunci untuk bertani yang lebih baik,” tegas Hamka.

Sementara itu, perwakilan manajemen CSR PT Harita Nickel, Bapak Muhammad Mona, menyatakan bahwa program CSR harus sejalan dengan visi pembangunan pemerintah, baik di tingkat nasional, daerah, maupun kecamatan. Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan petani dalam menganalisis perlakuan terhadap tanaman.

“Jika petani mampu membedakan antara perlakuan organik, semi organik, dan kimia, maka mereka bisa membuat perhitungan ekonomi yang lebih akurat — berapa biaya yang dikeluarkan dan berapa pendapatan yang didapat. Apalagi Obi sebagai daerah lingkar tambang memiliki peluang besar untuk pasar hasil pertanian,” ujarnya.

Dalam sesi praktik, para petani mengamati dan mengevaluasi tanaman tomat dari masing-masing plot perlakuan (Plot A, B, dan C). Mereka dilatih untuk mengidentifikasi kondisi daun, batang, hingga buah, serta mendeteksi gejala serangan hama dan penyakit.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa kelompok tani binaan, antara lain Koperasi Baru Jaya, Cempaka, Daun Hijau, Akemoriri, dan Batu Putih. Selain itu, turut hadir perwakilan BPP Kecamatan Obi dan tim CSR dari PT JMP dan PT Harita Nickel.

Melalui pelatihan ini, diharapkan petani di Kecamatan Obi dapat lebih mandiri dan berdaya saing dalam mengelola pertanian berbasis teknologi dan pendekatan berkelanjutan.

Wakabiro
Darwan aduhasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *