Gaji Tak Dibayar dan BPJS Mandek, Karyawan RSUD Paniai Desak Tanggung Jawab Direktur RSUD dan Bupati Paniai, Provinsi Papua Tengah

Gaji Tak Dibayar dan BPJS Mandek, Karyawan RSUD Paniai Desak Tanggung Jawab Direktur RSUD dan Bupati Paniai, Provinsi Papua Tengah

 

Paniai, Pada hari ini Kamis, 15 Mei 2025 — Puluhan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madi di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (15/5/2025) sekitar pukul 10.25 WIT. Mereka menuntut pembayaran gaji serta iuran BPJS yang hingga kini belum diselesaikan oleh pihak manajemen RSUD.

Dalam aksi tersebut, massa memblokir pelayanan RSUD Madi sebagai bentuk protes atas hak-hak mereka yang belum dipenuhi. Para pendemo mendesak Direktur RSUD Madi yang baru agar segera menyelesaikan tunggakan pembayaran gaji dan iuran BPJS kepada seluruh karyawan.

“Kami minta pimpinan rumah sakit segera membayar hak kami. Jika tidak dipenuhi, kami akan lanjutkan aksi ke kantor bupati dan mendesak agar Bupati Paniai segera mengganti pimpinan RSUD,” tegas salah satu perwakilan karyawan dalam orasinya.

Para karyawan menjelaskan bahwa biasanya mereka menerima pembayaran gaji dan iuran BPJS setiap triwulan. Namun, hingga pertengahan Mei 2025, pembayaran untuk Januari, Februari, dan April belum juga disalurkan. Keterlambatan ini menjadi pemicu utama aksi protes hari ini.

Aksi ini mencerminkan kekecewaan mendalam atas ketidakjelasan pembayaran hak-hak karyawan yang telah berlangsung cukup lama. Mereka menuntut perhatian dan tindakan serius dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Paniai, agar segera menyelesaikan persoalan ini demi kelangsungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Paniai.

Selain itu, para karyawan juga menyoroti adanya dugaan permainan kepentingan di tingkat pimpinan RSUD Madi yang mengakibatkan terhambatnya pembayaran gaji dan iuran BPJS. Mereka mendesak agar hal ini diselidiki secara transparan dan akuntabel oleh instansi terkait.

Para karyawan menilai bahwa jika Bupati Paniai tetap membiarkan situasi ini tanpa tindakan tegas terhadap pimpinan RSUD, maka patut dicurigai adanya kerja sama atau pembiaran yang disengaja demi kepentingan tertentu. Kondisi ini tidak hanya merugikan karyawan, tetapi juga berdampak buruk terhadap mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, mereka menegaskan bahwa Bupati Paniai harus bersikap tegas terhadap pimpinan RSUD Madi demi menjaga integritas dan profesionalisme pelayanan publik di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.

Redaksi: Yosia Gobai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *