Mataram, Sidikpolisinews.id : Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi para korban kasus asusila yang melibatkan pimpinan salah satu pondok pesantren (ponpes) di Lombok Barat. Ia meminta agar korban, yang diduga viral seperti film Walid, diberikan perhatian khusus, termasuk menjaga privasi dan pemulihan psikologis melalui trauma healing.
“Ini permintaan langsung dari saya sebagai gubernur. Fokus kita adalah menjaga privasi korban karena ini menyangkut masa depan mereka. Perlindungan dan trauma healing sangat penting karena dampak psikologisnya jangka panjang,” harap Gubernur Iqbal, Rabu (23/4/2025).
Sebagai tindak lanjut, Gubernur Iqbal langsung menghubungi Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi NTB, Eny Chaerani, untuk segera melakukan pendampingan. Ia juga menginstruksikan agar Eny segera berkoordinasi dengan berbagai lembaga perlindungan korban serta Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
“Saya mohon bantuan Ibu Eny dan tim. Segera berkoordinasi dengan lembaga-lembaga perlindungan korban yang ada serta pemkab Lombok Barat. Berikan dukungan secara langsung, tidak perlu berbelit-belit. Berikan sebaik mungkin,” tegasnya.
Gubernur juga mengimbau seluruh pendamping yang terlibat untuk benar-benar menjaga kerahasiaan identitas dan kondisi korban. Menurutnya, upaya pemulihan psikologis harus dilakukan secara intensif agar korban bisa benar-benar pulih dari jerat trauma.
“Kalau ada kendala atau hal-hal yang sulit, segera hubungi saya langsung. Masalah seperti ini harus diselesaikan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
(Tim Red NTB)















